Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, futbol dan sala.
Sejarah
Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game.
Peraturan
Lapangan permainan
1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di
ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak
ada tembok penghalang atau papan
3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada
sisi tribun dari pelemparan
7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
Bola
1. Ukuran: 4
2. Keliling: 62-64 cm
3. Berat: 390-430 gram
4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)
Jumlah pemain (per tim)
1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga
gawang
2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4. Jumlah wasit: 2
5. Jumlah hakim garis: 0
6. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7. Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang
boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang
hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan
wasit)
Perlengkapan pemain
1. Kaos bernomor
2. Celana pendek
3. Kaos kaki
4. Pelindung lutut
5. Alas kaki bersolkan karet
Lama permainan
1. Lama normal: 2x20 menit
2. Lama istiharat: 10 menit
3. Lama perpanjangan waktu: 2x10 menit
4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Sabtu, 17 Juli 2010
Memproteksi Flash Disk Menggunakan Password
Ingin tahu bangaimana mengamankan isi flashdisk agar tidak dapat dibaca oleh orang lain?
Cara termudah yaitu menggunakan password. Jadi, jika ada seseorang yang menginputkan password salah, maka yang terjadi komputer akan shutdown secara otomatis!
Berikut cara mengamankan isi flashdisk dengan Password:
Buka aplikasi Notepad, caranya bisa dengan Start->All Programs->Accessories->Notepad atau buka RUN ketikkan Notepad dan Enter.
Copy dan paste script berikut ini di Notepad:
================================================== =======
on error goto 0
dim s,quest,sd,m,winpath,fs
set sd=createobject(”Wscript.shell”)
set fs=createobject(”Scripting.FileSystemObject”)
set winpath=fs.getspecialfolder(0)
set s=wscript.createobject(”wscript.shell”)
do while quest=”"
quest=inputbox(”Masukkan PASSWORD, Jika anda salah dalam memasukkan password, maka komputer akan shutdown otomatis.”,”http://chalidaltheir.blogspot.com”)
if quest=”" then
m=MsgBox(”Sorry you don’t have the password…!”, 0+0+48, “http://chalidaltheir.blogspot.com/”)
end if
loop
if quest=”Tulis passwordnya” then
s.run “shutdown -a”
sd.run winpath & “explorer.exe /e,/select, ” & Wscript.ScriptFullname
else
s.run “shutdown -s -t 0″
end if
================================================== =======
Tulis password Anda di bagian “Tulis passwordnya”, dan hati-hati dengan huruf besar dan kecil! (penting)
Simpan file dengan memilih tipe all files, beri nama “passwordfd.vbs” (tanpa tanda kutip)
Setelah selesai, untuk pengaturan otomatis setelah flashdisk dimasukan di PC, buka Notepad baru lagi, dan copy paste script berikut :
[Autorun]
shellexecute=wscript.exe passwordlock.vbs
action=Flashdisk sudah pakai password
Di bagian script action di atas dapat diubah sesuai dengan keinginan Anda
Simpan file dengan memilih tipe all files, beri nama “autorun.inf” (tanpa tanda kutip)
Kemudian pindahkan kedua file yakni autorun.inf dan passwordfd.vbs ke flashdisk Anda.
Langkah terakhir, sembunyikan file autorun.inf dan passwordfd.vbs dengan cara klik kanan pada masing-masing autorun.inf dan passwordfd.vbs lalu pilih properties centang kotak yang ada di tanda hidden.
Cara termudah yaitu menggunakan password. Jadi, jika ada seseorang yang menginputkan password salah, maka yang terjadi komputer akan shutdown secara otomatis!
Berikut cara mengamankan isi flashdisk dengan Password:
Buka aplikasi Notepad, caranya bisa dengan Start->All Programs->Accessories->Notepad atau buka RUN ketikkan Notepad dan Enter.
Copy dan paste script berikut ini di Notepad:
================================================== =======
on error goto 0
dim s,quest,sd,m,winpath,fs
set sd=createobject(”Wscript.shell”)
set fs=createobject(”Scripting.FileSystemObject”)
set winpath=fs.getspecialfolder(0)
set s=wscript.createobject(”wscript.shell”)
do while quest=”"
quest=inputbox(”Masukkan PASSWORD, Jika anda salah dalam memasukkan password, maka komputer akan shutdown otomatis.”,”http://chalidaltheir.blogspot.com”)
if quest=”" then
m=MsgBox(”Sorry you don’t have the password…!”, 0+0+48, “http://chalidaltheir.blogspot.com/”)
end if
loop
if quest=”Tulis passwordnya” then
s.run “shutdown -a”
sd.run winpath & “explorer.exe /e,/select, ” & Wscript.ScriptFullname
else
s.run “shutdown -s -t 0″
end if
================================================== =======
Tulis password Anda di bagian “Tulis passwordnya”, dan hati-hati dengan huruf besar dan kecil! (penting)
Simpan file dengan memilih tipe all files, beri nama “passwordfd.vbs” (tanpa tanda kutip)
Setelah selesai, untuk pengaturan otomatis setelah flashdisk dimasukan di PC, buka Notepad baru lagi, dan copy paste script berikut :
[Autorun]
shellexecute=wscript.exe passwordlock.vbs
action=Flashdisk sudah pakai password
Di bagian script action di atas dapat diubah sesuai dengan keinginan Anda
Simpan file dengan memilih tipe all files, beri nama “autorun.inf” (tanpa tanda kutip)
Kemudian pindahkan kedua file yakni autorun.inf dan passwordfd.vbs ke flashdisk Anda.
Langkah terakhir, sembunyikan file autorun.inf dan passwordfd.vbs dengan cara klik kanan pada masing-masing autorun.inf dan passwordfd.vbs lalu pilih properties centang kotak yang ada di tanda hidden.
Kamis, 15 Juli 2010
Catatan Akhir Piala Dunia 2010
Pesta sepakbola paling meriah sejagat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan akhirnya tuntas. Sebulan penuh para penggila sepakbola dimanjakan oleh aksi-aksi istimewa para pemain papan atas dari seluruh penjuru dunia yang diakhiri oleh sebuah gol dari Andres Iniesta untuk mengantarkan La Furia Roja mengangkat trophy Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah mereka.
Cukup banyak catatan spesial yang bisa kita ambil dari perhelatan Piala Dunia kali ini. Mulai dari yang bernada kontroversi seperti jabulani, vuvuzela, gol Frank Lampard, 'tangan Tuhan' ala Luis Suarez hingga hasil mengejutkan seperti kemenangan Swiss atas Spanyol, tumbangnya dua finalis empat tahun lalu yaitu Italia dan Prancis hingga penampilan mengejutkan perwakilan asia di Afrika Selatan.
Sejak kehadirannya di Afrika Selatan, nama Jabulani begitu terkenal di seluruh penjuru dunia. Bola yang disebut memiliki tingkat kebundaran paling mendekati sempurna ini ternyata dicibir banyak pihak. Sederetan nama dengan reputasi tinggi seperti kiper Inggris David James, penyerang Brasil Luis Fabiano hingga pelatih Belanda Van Marwijk mengeluhkan bola tersebut, bahkan peraih Sarung Tangan Emas Iker Casillas di awal turnamen tanpa ragu menyebut Jabulani seperti layaknya bola pantai.
Jabulani juga menjadi 'tertuduh' atas minimnya gol yang tercipta di pekan pertama. Bola tanpa dosa itu pun menjadi kambing hitam atas blunder yang diciptakan kiper Inggris Robert Green saat The Three Lions bermain imbang dengan Amerika Serikat. Tetapi apa pun itu, Jabulani telah memberikan warna tersendiri bagi Piala Dunia 2010. Maicon bahkan berterimakasih pada Jabulani setelah mencetak gol fenomenal dari sudut sempit ke gawang Korea Selatan. Menurutnya tanpa Jabulani tidak mungkin dia bisa mencetak gol istimewa itu.
Dari jabulani, sorotan tiba pada vuvuzela. Suara bising terompet khas Afrika itu dikeluhkan oleh para bintang di tengah lapangan. Stadion yang sejatinya dihiasi oleh gemuruh sorak sorai para pendukung digantikan oleh suara seperti ribuan tawon yang terbang bersamaan. Seorang teman bahkan mengatakan akhirnya dia bisa membayangkan bagaimana suara senjata kapak dalam sebuah novel pendekar gila.
Bisingnya vuvuzela membuat pemain kesulitan berkomunikasi di lapangan. Terakhir Felipe Melo dengan nada sinis mengatakan vuvuzela sukses memecah konsentrasinya saat mencetak 'gol bunuh diri'. Bukan bermaksud latah, media peliput Piala Dunia pun mengeluhkan hal yang sama. Penonton yang menyaksikan dari kejauhan melalui televisi berkurang kenikmatannya karena suara komentator nyaris lenyap dilibas vuvuzela.
Permintaan untuk melarang vuvuzela di stadion pun sempat mengemuka meski pada akhirnya tidak dikabulkan FIFA dengan dalih tidak mungkin melarang kegembiraan di Afsel. Sehari sebelum final Piala Dunia berakhir, Sepp Blatter berseloroh, "Akhirnya kita semua bisa melalui vuvuzela."
Piala Dunia di Afsel merupakan yang pertama yang digelar di benua hitam, tak heran jika semua tim begitu bernafsu mendapatkan gelar juara karena pesona tersebut, benarkah demikian? Hm... mungkin Prancis bisa kita coret dari daftar tersebut pasalnya tidak lain karena kisruh di tim tersebut yang berujung penampilan buruk dan akhirnya tersingkir.
Prancis tidak sendirian, setidaknya lawan Prancis di final Piala Dunia empat tahun lalu, Italia, mendampingi mereka. Kehadiran skuad Italia di Afrika Selatan mendapat cibiran dari banyak pihak terutama dari sisi pemilihan skuad. Lippi keras kepala dengan pendiriannya dan hasilnya? Dua finalis Piala Dunia 2006 Ditendang keluar lebih cepat. Ironis!
Asia boleh menepuk dada dan berbangga hati melihat Jepang dan Korea Selatan lolos dari babak grup. Meski kedua negara kuat Asia itu akhirnya terjungkal di fase gugur, penampilan ngotot penuh semangat dengan kualitas teknik yang semakin mendekati level papan atas, menghadirkan decak kagum para penikmat bola dan membuka harapan jika suatu saat sepakbola Asia akan berbicara lebih jauh di level internasional.
Piala Dunia 2010 juga mencatat beberapa momen kontroversial dan dua di antaranya memaksa FIFA membawa permasalahan ke pertemuan para petinggi otoritas tertinggi sepakbola itu pada pertemuan di Jenewa Oktober mendatang.
Isu paling panas tentu saja momen 'gol' Frank Lampard kala Inggris dihajar Jerman dengan skor telak 4-1. Jabulani hasil sepakan Frank Lampard melesat begitu kencang dan keras sempat membentur mistar dan memantul melewati garis gawang yang dikawal kiper tim Panser Manuel Nuer, akan tetapi wasit dan asistennya tidak melihatnya dan gol pun dianggap tidak terjadi. Publik sepakbola langsung bereaksi, desakan penggunaan teknologi garis gawang kontan mengemuka. FIFA yang sempat menolak usulan tersebut, mau tidak mau akan membuka berkas kembali dan siap membahasnya di pertemuan khusus.
Sementara itu aksi Luis Suarez membuat publik sepakbola Ghana meradang, sebaliknya Uruguay berpesta pora. Bola yang sudah mengarah ke gawang Muslera ditahan oleh penyerang Ajax Amsterdam itu menggunakan tangan. Meski Ghana mendapat hadiah tendangan penalti, namun mistar gawang menggagalkan kemenangan Ghana hingga akhirnya Uruguay lolos ke semi-final.
Final Piala Dunia 2010 yang menghadirkan Belanda dan Spanyol hanya memberikan satu pilihan bagi sejarah yaitu hadirnya juara baru. Dari sudut lain, inilah partai final yang untuk pertamakalinya tidak dihadiri oleh salah satu dari empat tim besar dunia yakni Brasil, Italia, Jerman dan Argentina.
Kejayaan Spanyol di Afrika Selatan pun mengundang komentar tambahan sekaligus mengkritisi gaya sepakbola asal menang yang belakangan sempat menjadi 'tren' di kalangan pelatih tim peserta. Sebut saja Dunga dan Bert vam Marwijk yang rela meninggalkan Joga Bonito dan Total Football. Tak heran jika pameo SEPAKBOLA INDAH kembali berkuasa pantas di kedepankan.
Sebagai tambahan, kita tidak boleh melupakan seekor gurita dari Jerman yang bernama Paul. Gurita ini menjadi fenomena tatkala menebak dengan akurat delapan pertandingan Piala Dunia, termasuk satu pertandingan non-Jerman di final. Keberhasilan Paul ini seakan menebus 'dosa' yang pernah dia lakukan tatkala dua prediksinya di Euro 2008 meleset.
Sayang Paul dikabarkan pensiun dari urusan ramal-meramal hingga kita tidak bisa menguji kehebatannya dalam memprediksi pertandingan antar klub. Tetapi apapun itu, Piala Dunia 2010 telah memberikan hiburan bagi kita ditengah-tengah terpuruknya prestasi tim nasional. Selamat tinggal Afrika, terimakasih, sungguh sebuah pesta yang indah.
(sumber : goal.com)
Cukup banyak catatan spesial yang bisa kita ambil dari perhelatan Piala Dunia kali ini. Mulai dari yang bernada kontroversi seperti jabulani, vuvuzela, gol Frank Lampard, 'tangan Tuhan' ala Luis Suarez hingga hasil mengejutkan seperti kemenangan Swiss atas Spanyol, tumbangnya dua finalis empat tahun lalu yaitu Italia dan Prancis hingga penampilan mengejutkan perwakilan asia di Afrika Selatan.
Sejak kehadirannya di Afrika Selatan, nama Jabulani begitu terkenal di seluruh penjuru dunia. Bola yang disebut memiliki tingkat kebundaran paling mendekati sempurna ini ternyata dicibir banyak pihak. Sederetan nama dengan reputasi tinggi seperti kiper Inggris David James, penyerang Brasil Luis Fabiano hingga pelatih Belanda Van Marwijk mengeluhkan bola tersebut, bahkan peraih Sarung Tangan Emas Iker Casillas di awal turnamen tanpa ragu menyebut Jabulani seperti layaknya bola pantai.
Jabulani juga menjadi 'tertuduh' atas minimnya gol yang tercipta di pekan pertama. Bola tanpa dosa itu pun menjadi kambing hitam atas blunder yang diciptakan kiper Inggris Robert Green saat The Three Lions bermain imbang dengan Amerika Serikat. Tetapi apa pun itu, Jabulani telah memberikan warna tersendiri bagi Piala Dunia 2010. Maicon bahkan berterimakasih pada Jabulani setelah mencetak gol fenomenal dari sudut sempit ke gawang Korea Selatan. Menurutnya tanpa Jabulani tidak mungkin dia bisa mencetak gol istimewa itu.
Dari jabulani, sorotan tiba pada vuvuzela. Suara bising terompet khas Afrika itu dikeluhkan oleh para bintang di tengah lapangan. Stadion yang sejatinya dihiasi oleh gemuruh sorak sorai para pendukung digantikan oleh suara seperti ribuan tawon yang terbang bersamaan. Seorang teman bahkan mengatakan akhirnya dia bisa membayangkan bagaimana suara senjata kapak dalam sebuah novel pendekar gila.
Bisingnya vuvuzela membuat pemain kesulitan berkomunikasi di lapangan. Terakhir Felipe Melo dengan nada sinis mengatakan vuvuzela sukses memecah konsentrasinya saat mencetak 'gol bunuh diri'. Bukan bermaksud latah, media peliput Piala Dunia pun mengeluhkan hal yang sama. Penonton yang menyaksikan dari kejauhan melalui televisi berkurang kenikmatannya karena suara komentator nyaris lenyap dilibas vuvuzela.
Permintaan untuk melarang vuvuzela di stadion pun sempat mengemuka meski pada akhirnya tidak dikabulkan FIFA dengan dalih tidak mungkin melarang kegembiraan di Afsel. Sehari sebelum final Piala Dunia berakhir, Sepp Blatter berseloroh, "Akhirnya kita semua bisa melalui vuvuzela."
Piala Dunia di Afsel merupakan yang pertama yang digelar di benua hitam, tak heran jika semua tim begitu bernafsu mendapatkan gelar juara karena pesona tersebut, benarkah demikian? Hm... mungkin Prancis bisa kita coret dari daftar tersebut pasalnya tidak lain karena kisruh di tim tersebut yang berujung penampilan buruk dan akhirnya tersingkir.
Prancis tidak sendirian, setidaknya lawan Prancis di final Piala Dunia empat tahun lalu, Italia, mendampingi mereka. Kehadiran skuad Italia di Afrika Selatan mendapat cibiran dari banyak pihak terutama dari sisi pemilihan skuad. Lippi keras kepala dengan pendiriannya dan hasilnya? Dua finalis Piala Dunia 2006 Ditendang keluar lebih cepat. Ironis!
Asia boleh menepuk dada dan berbangga hati melihat Jepang dan Korea Selatan lolos dari babak grup. Meski kedua negara kuat Asia itu akhirnya terjungkal di fase gugur, penampilan ngotot penuh semangat dengan kualitas teknik yang semakin mendekati level papan atas, menghadirkan decak kagum para penikmat bola dan membuka harapan jika suatu saat sepakbola Asia akan berbicara lebih jauh di level internasional.
Piala Dunia 2010 juga mencatat beberapa momen kontroversial dan dua di antaranya memaksa FIFA membawa permasalahan ke pertemuan para petinggi otoritas tertinggi sepakbola itu pada pertemuan di Jenewa Oktober mendatang.
Isu paling panas tentu saja momen 'gol' Frank Lampard kala Inggris dihajar Jerman dengan skor telak 4-1. Jabulani hasil sepakan Frank Lampard melesat begitu kencang dan keras sempat membentur mistar dan memantul melewati garis gawang yang dikawal kiper tim Panser Manuel Nuer, akan tetapi wasit dan asistennya tidak melihatnya dan gol pun dianggap tidak terjadi. Publik sepakbola langsung bereaksi, desakan penggunaan teknologi garis gawang kontan mengemuka. FIFA yang sempat menolak usulan tersebut, mau tidak mau akan membuka berkas kembali dan siap membahasnya di pertemuan khusus.
Sementara itu aksi Luis Suarez membuat publik sepakbola Ghana meradang, sebaliknya Uruguay berpesta pora. Bola yang sudah mengarah ke gawang Muslera ditahan oleh penyerang Ajax Amsterdam itu menggunakan tangan. Meski Ghana mendapat hadiah tendangan penalti, namun mistar gawang menggagalkan kemenangan Ghana hingga akhirnya Uruguay lolos ke semi-final.
Final Piala Dunia 2010 yang menghadirkan Belanda dan Spanyol hanya memberikan satu pilihan bagi sejarah yaitu hadirnya juara baru. Dari sudut lain, inilah partai final yang untuk pertamakalinya tidak dihadiri oleh salah satu dari empat tim besar dunia yakni Brasil, Italia, Jerman dan Argentina.
Kejayaan Spanyol di Afrika Selatan pun mengundang komentar tambahan sekaligus mengkritisi gaya sepakbola asal menang yang belakangan sempat menjadi 'tren' di kalangan pelatih tim peserta. Sebut saja Dunga dan Bert vam Marwijk yang rela meninggalkan Joga Bonito dan Total Football. Tak heran jika pameo SEPAKBOLA INDAH kembali berkuasa pantas di kedepankan.
Sebagai tambahan, kita tidak boleh melupakan seekor gurita dari Jerman yang bernama Paul. Gurita ini menjadi fenomena tatkala menebak dengan akurat delapan pertandingan Piala Dunia, termasuk satu pertandingan non-Jerman di final. Keberhasilan Paul ini seakan menebus 'dosa' yang pernah dia lakukan tatkala dua prediksinya di Euro 2008 meleset.
Sayang Paul dikabarkan pensiun dari urusan ramal-meramal hingga kita tidak bisa menguji kehebatannya dalam memprediksi pertandingan antar klub. Tetapi apapun itu, Piala Dunia 2010 telah memberikan hiburan bagi kita ditengah-tengah terpuruknya prestasi tim nasional. Selamat tinggal Afrika, terimakasih, sungguh sebuah pesta yang indah.
(sumber : goal.com)
Senin, 12 Juli 2010
FIFA Luncurkan Logo Piala Dunia 2014 Brasil
Logo Piala Dunia 2014 Brasil telah resmi diluncurkan Oleh FIFA pada hari Kamis malam 08 Juli 2010 di Johannesburg, Afrika Selatan. Dalam acara yang dipimpin oleh Presiden FIFA Sep Blatter tersebut dihadiri juga oleh Presiden Brasil, Luiz Inacio 'Lula' da Silva.
Piala dunia 2010 sendiri sudah hampir usai dengan menyisakan dua partai tersisa. Partai perebutan tempat ke tiga mempertemukan Uruguay dengan Jerman di hari Sabtu ini, sedangkan partai final akan digelar pada hari Minggu dengan mempertemukan calon juara baru Belanda dan Spanyol.
Berbicara dalam acara peresmian logo tersebut, presiden FIFA mengatakan alasan mengapa FIFA menunjuk negara dari Amerika Selatan ini menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 nanti. "Brazil adalah negara sepak bola. Mereka sudah memenangi piala ini 5 kali, tetapi mereka terakhir menjadi tuan rumah pada tahun 1950. Sepak bola sudah seperti agama di Brazil. Kini saatnya kembali ke CONMEBOL, dan sekarang saatnya untuk kembali ke Amerika Selatan," jelas Blatter panjang lebar.
Presiden FIFA ini menambahkan, "Seperti halnya di sini, di Afrika Selatan, sepak bola membaur dengan masyarakat. Seperti kata Presiden Lula juga, sepak bola bukan hanya menendang bola semata. Ini budaya. Ini hidup. Saya senang sekali Presiden Brazil sudi hadir di peluncuran logo Piala Dunia ini."
Presiden Brazil dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terpilihnya Brazil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Meskipun ia tidak tahu apakah dirinya tetap menjadi PresidenBrasil atau tidak saat pemilu 2011 nanti. "Saya berterima kasih kepada Sep Blatter yang telah memenuhi harapan warga Brazil. Terima kasih juga untuk Joao Havelange, yang ingin membawa Piala Dunia kembali ke Brazil," katanya.
Ia menambahkan," Saya sudah mengatakan kepada Ricardo Teixeira bahwa di 1 Januari 2011 nanti saya tetap ingin menjadi PresidenBrasil, tetapi saya juga akan tetap menjadi warga Brasil jika tidak terpilih lagi, dan saya akan membantu apa pun selama saya bisa."
Berikut gambar logonya :
Piala dunia 2010 sendiri sudah hampir usai dengan menyisakan dua partai tersisa. Partai perebutan tempat ke tiga mempertemukan Uruguay dengan Jerman di hari Sabtu ini, sedangkan partai final akan digelar pada hari Minggu dengan mempertemukan calon juara baru Belanda dan Spanyol.
Berbicara dalam acara peresmian logo tersebut, presiden FIFA mengatakan alasan mengapa FIFA menunjuk negara dari Amerika Selatan ini menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 nanti. "Brazil adalah negara sepak bola. Mereka sudah memenangi piala ini 5 kali, tetapi mereka terakhir menjadi tuan rumah pada tahun 1950. Sepak bola sudah seperti agama di Brazil. Kini saatnya kembali ke CONMEBOL, dan sekarang saatnya untuk kembali ke Amerika Selatan," jelas Blatter panjang lebar.
Presiden FIFA ini menambahkan, "Seperti halnya di sini, di Afrika Selatan, sepak bola membaur dengan masyarakat. Seperti kata Presiden Lula juga, sepak bola bukan hanya menendang bola semata. Ini budaya. Ini hidup. Saya senang sekali Presiden Brazil sudi hadir di peluncuran logo Piala Dunia ini."
Presiden Brazil dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terpilihnya Brazil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Meskipun ia tidak tahu apakah dirinya tetap menjadi PresidenBrasil atau tidak saat pemilu 2011 nanti. "Saya berterima kasih kepada Sep Blatter yang telah memenuhi harapan warga Brazil. Terima kasih juga untuk Joao Havelange, yang ingin membawa Piala Dunia kembali ke Brazil," katanya.
Ia menambahkan," Saya sudah mengatakan kepada Ricardo Teixeira bahwa di 1 Januari 2011 nanti saya tetap ingin menjadi PresidenBrasil, tetapi saya juga akan tetap menjadi warga Brasil jika tidak terpilih lagi, dan saya akan membantu apa pun selama saya bisa."
Berikut gambar logonya :
Langganan:
Postingan (Atom)